Text Cursor

Kamis, 22 Maret 2018

Pengendalian Internal dan Kas

Definisi Pengendalian Internal
Sistem  yang dibuat oleh perusahaan yang meliputi prosedur-prosedur, serta penerapan  metode-metode yang saling berkaitan yang  diterapkan dalam suatu organisasi untuk  menjaga harta milik perusahaan,  meningkatkan keandalan catatan  akuntansi, meningkatkan efisiensi operasi,  dan menjamin kesesuaian dengan  ketentuan hukum dan peraturan yg berlaku.

Pengendalian Internal Dibagi Menjadi Dua: 
1. Pengendalian Internal Administrasi:
Pengendalian internal administrasi mempunyai  tujuan meningkatkan efisiensi operasi  (pelaksanaan) dan meyakinkan bahwa  kebijakan manajemen diaati karyawan. 
2. Pengendalian Internal Akuntansi:
Pengendalian internal akuntansi mempunyai  tujuan agar harta milik perusahaan dapat  terjaga dari kecurangan dan agar catatan- catatan akuntansi dapat dipercaya. 

Prinsip Aktivitas pengendalian :
1. Penetapan Tanggung Jawab 
2. Pemisahan Tugas 
3. Prosedur Dokumentasi 
4. Pengawasan Fisik 
5. Verifikasi internal secara independen 
6. Pengendalian SDM 

Karakteristik Pengendalian Internal Yang Baik : 
1. Karyawan yang kompeten dan penuh integritas. 
2. Pemisahan fungsi yang meniadakan kecurangan. 
3. Otorisasi transaksi yang memadai. 
4. Pencatatan yang memadai. 
5. Penanganan kekayaan yang memadai. 
6. Pembandingan kekayaan dan catatannya secara periodik. 


Manfaat Pengendalian Internal  bagi Perusahaan:
1. Menjamin semua transaksi dicatat secara lengkap dan akurat.
2. Memastikan transaksi yang dapat dilaksanakan. 
3. Menjamin semua transaksi didukung dengan dokumen yang memadai
4. Menjamin bahwa asset  dan kewajiban perusahaan telah ditetapkan dengan benar yang dapat berguna sbg informasi untuk pengambilan keputusan dalam  menjalankan perusahaan. 
5. Meminimalkan risiko kecurangan dan penyalahgunaan asset perusahaan.

DEFINISI TENTANG KAS 
Kas dapat didefinisikan sebagai jenis aktiva lancar yang merupakan alat pertukaran dan dipakai sebagai alat pengukur dalam akuntansi.
Kas merupakan alat pembayaran yang siap dan bebas digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.  
Kas adalah uang kertas, koin dan elemen-elemen lain yang bisa ditunaikan pada nilai nominal, tanpa batasan setiap waktu.


Elemen Kas

Uang kertas, uang logam, dan elemen lain yang dapat ditunaikan setiap saat, seperti cek dari langganan, simpanan dalam bentuk giro, cek perjalanan ( traveller  check) dan sejenisnya.   
Elemen - elemen lain yang tidak memenuhi syarat untuk  dapat ditunaikan pada nilai nominalnya setiap saat  bukan merupakan elemen kas, seperti cek mundur,  deposito, benda-benda meterai, Cek Kurang  Dana (Cek Kosong) dan sebagainya. 

GOLONGAN KAS 
1. Uang kertas (bill = currency) 
2. Uang logam (coin) , cek yang tidak disetorkan ke bank (personal check), cek yang belum disetorkan ke bank.
3. Surat perintah membayar atau pos wesel (money order) , dana kas kecil (petty cash fund) 
4. Bank drafts, cek kas kasir yang segera dapat diuangkan (cashier check) 
5. Cek untuk perjalanan (traveller’s check) 
6. Uang kas yang disimpan di Bank dalam bentuk rekening giro atau bilyet (demand deposit) 
7. Simpanan uang di bank-bank luar negeri yang tidak dikenakan pembatasan penarikannya, nilainya dilaporkan sebesar nilai kursnya. 

KECURANGAN TERHADAP KAS 

1. Check Kitting yaitu kecurangan yang dilakukan dengan cara manipulasi transfer antar bank agar saldo kas tampak lebih besar.  
2. Lapping merupakan kecurangan yang dilakukan dengan menunda pencatatan penerimaan kas dari satu piutang sampai munculnya piutang berikutnya untuk dicatat dan dilaporkan. 
3. Manipulasi Hasil Penagihan yaitu hasil penagihan kas tidak dibukukan dan nilai uang tersebut di gunakan untuk keperluan pribadi. 
4. Manipulasi Terhadap Perkiraan piutang yaitu perkiraan piutang yang dikredit, tidak dicatat dengan penerimaan kas akan tetapi di debet ke potongan penjualan.
5. Penggunaan check atau uang untuk kepentingan pribadi dibebankan ke pengeluaran perusahaan. Seperti misal biaya untuk kepentingan pribadi dibebankan ke biaya pelatihan atau biaya proses produksi, sehingga dalam laporan keuangan pengeluaran pribadi tersebut menjadi sulit untuk di identifikasi. 
6. Saldo kas dilaporkan lebih kecil dari yang seharusnya dengan cara memanipulasi kas masuk dan kas keluar. Kasus tersebut dapat dilakukan dengan mengecilkan perolehan pendapatan atau meninggikan biaya.