Text Cursor

Selasa, 06 September 2016

Dasar Program Visual Basic

Program VB.NET anda yang pertama.

Sebagaimana tradisi dari proses belajar pemrograman komputer adalah membuat sebuah
program Hello World yang memiliki struktur yang paling sederhana sehingga kita dengan
mudah dapat melihat struktur dasar program dari bahasa pemrograman tersebut.





Ketiklah program diatas dengan text editor (notepad pada Windows ataupun edit pada
Dos Prompt), dan kemudian simpan dengan nama hello.vb (anda wajib menyimpannya
dengan ekstension .vb).


Proses Kompilasi

  Agar program yang kita buat diatas dapat dijalankan oleh komputer, maka diperlukan
suatu kompiler untuk menterjemahkan perintah-perintah yang telah kita buat menjadi
instruksi yang dapat dikenali oleh sistem komputer.
Kompiler Visual Basic dapat diperoleh dengan melakukan instalasi Microsoft .NET
framework sdk v1.1.
Sesaat setelah instalasi .NET framework, maka kompiler VB telah tersedia pada
komputer anda, dan proses kompilasi dapat dilakukan dengan :

1. Mengatur path environment pada Command Prompt
path=%path%;c:\windows\microsoft.net\framework\v1.1.4322

2. Selanjutnya anda dapat mengkompilasi program anda dengan perintah :
Vbc <nama file>.vb

Pada saat kompilasi, anda wajib menulis lengkap nama file dan ekstension
Contoh :
Jika proses kompilasi tidak menampilkan adanya kesalahan, maka akan terbentuk suatu
hello.exe yang dapat dijalankan langsung pada Command Prompt.







Struktur program Visual Basic
Sebagai bahasa yang telah dirancang kembali dari awal, suatu program Visual Basic
memiliki urutan berikut yang merupakan struktur dari program:
1. Option statements
2. Imports statements
3. Main procedure
Option Statements
Perintah Option akan menentukan aturan dasar penanganan kode dalam program pada
saat kompilasi. Option Explicit
Option Explicit On/Off, menentukan apakah variabel-varibel yang digunakan dalam
program harus dideklarasikan terlebih dahulu atau tidak (defaultnya adalah On).

contoh :





Yang jika di kompilasi tidak menyebabkan kesalahan walaupun variable a tidak pernah dideklarasikan.
Yang jika dikompilasi akan menyebabkan kesalahan sebagai berikut :
Agar terhindar dari kesalahan maka variabel a harus dideklarasikan terlebih dahulu sesuai
dengan setting Option Explicit On.

Sejarah Singkat UML


  UML dimulai secara resmi pada oktober 1994, ketika Rumbaugh bergabung dengan Booch pada Relational Software Corporation. Proyek ini memfokuskan pada penyatuan metode Booch dan OMT. UML versi 0.8 merupakan metode penyatuan yang dirilis pada bulan Oktober 1995. Dalam waktu yang sama, Jacobson bergabung dengan Relational dan cakupan dari UML semakin luas sampai diluar perusahaan OOSE. Dokumentasi UML versi 0.9 akhirnya dirilis pada bulan Juni 1996. Meskipun pada tahun 1996 ini melihat dan menerima feedback dari komunitas Software Engineering . Dalam waktu tersebut, menjadi lebih jelas bahwa beberapa organisasi perangkat lunak melihat UML sebagai strategi dari bisnisnya. Kemudian dibangunlah UML Consortium dengan beberapa organisasi yang akan menyumbangkan sumber dayanya untuk bekerja, mengembangkan, dan melengkapi UML.

Di sini beberapa partner yang berkontribusi pada UML 1.0, diantaranya Digital Equipment Corporation, Hewlett-Packard, I-Logix, Intellicorp, IBM, ICON Computing, MCI Systemhouse, Microsoft, Oracle, Relational, Texas Instruments dan Unisys. Dari kolaborasi ini dihasilkan UML 1.0 yang merupakan bahasa pemodelan yang ditetapkan secara baik, expressive, kuat, dan cocok untuk lingkungan masalah yang luas. UML 1.0 ditawarkan menjadi standarisasi dari Object Management Group (OMG). Dan pada Januari 1997.

Antara Januari–Juli 1997 gabungan group tersebut memperluas kontribusinya sebagai hasil respon dari OMG dengan memasukkan Adersen Consulting, Ericsson, ObjectTimeLimeted, Platinum Technology, Ptech, Reich Technologies, Softeam, Sterling Software dan Taskon. Revisi dari versi UML (versi 1.1) ditawarkan kepada OMG sebagai standarisasi pada bulan Juli 1997. Dan pada bulan September 1997, versi ini dierima oleh OMG Analysis dan Design Task Force (ADTF) dan OMG ArchitectureBoard. Dan Akhirnya pada Juli 1997 UML versi 1.1 menjadi standarisasi.
Pemeliharaan UML terus dipegang oleh OMG Revision Task Force (RTF) yang dipimping oleh Cris Kobryn. RTPL merilis editorial dari UML 1.2 pada Juni 1998. Dan pada tahun 1998 RTF juga merilis UML 1.3 disertai dengan user guide dan memberikan technical cleanup.

Pengertian Unified Modeling Language (UML)
 UML adalah bahasa untuk menspesifikasi, memvisualisasi, membangun dan mendokumentasikan artifacts (bagian dari informasi yang digunakan atau dihasilkan oleh proses pembuatan perangkat lunak, artifact tersebut dapat berupa model, deskripsi atau perangkat lunak) dari sistem perangkat lunak, seperti pada pemodelan bisnis dan sistem non perangkat lunak lainnya [HAN98]. Selain itu UML adalah bahasa pemodelan yang menggunakan konsep orientasi object. UML dibuat oleh
 Grady Booch , James Rumbaugh , dan Ivar Jacobson di bawah bendera Rational Software Corp [HAN98]. UML menyediakan notasi-notasi yang membantu memodelkan sistem dari berbagai perspektif. UML tidak hanya digunakan dalam pemodelan perangkat lunak, namun hampir dalam semua bidang yang membutuhkan pemodelan.

 Bagian-bagian Dari UML
 Bagian-bagian utama dari UML adalah view, diagram, model element, dan general mechanism.

1.  View
 View digunakan untuk melihat sistem yang dimodelkan dari beberapa aspek yang berbeda. View bukan melihat grafik, tapi merupakan suatu abstraksi yang berisi sejumlah diagram.
 Beberapa jenis view dalam UML antara lain: use case view, logical view, component view, concurrency view, dan deployment view.

     Use case view

Mendeskripsikan fungsionalitas sistem yang seharusnya dilakukan sesuai yang diinginkan external actorsActor yang berinteraksi dengan sistem dapat berupa user atau sistem lainnya.

View ini digambarkan dalam use case diagrams dan kadang-kadang dengan activity diagrams.
View ini digunakan terutama untuk pelanggan, perancang (designer), pengembang (developer), dan penguji sistem (tester). 

 Logical view

Mendeskripsikan bagaimana fungsionalitas dari sistem, struktur statis (class, object, dan relationship ) dan kolaborasi dinamis yang terjadi ketika object mengirim pesan ke object lain dalam suatu fungsi tertentu.

View ini digambarkan dalam class diagrams untuk struktur statis dan dalam state, sequence, collaboration, dan activity diagram untuk model dinamisnya.
View ini digunakan untuk perancang (designer) dan pengembang (developer).

Component view

Mendeskripsikan implementasi dan ketergantungan modul. Komponen yang merupakan tipe lainnya dari code module diperlihatkan dengan struktur dan ketergantungannya juga alokasi sumber daya komponen dan informasi administrative lainnya.

View ini digambarkan dalam component view dan digunakan untuk pengembang (developer).

Concurrency view

Membagi sistem ke dalam proses dan prosesor.
View ini digambarkan dalam diagram dinamis (state, sequence, collaboration, dan activity diagrams) dan diagram implementasi (component dan deployment diagrams) serta digunakan untuk pengembang (developer), pengintegrasi (integrator), dan penguji (tester).

Deployment view

Mendeskripsikan fisik dari sistem seperti komputer dan perangkat (nodes) dan bagaimana hubungannya dengan lainnya.
          View ini digambarkan dalam deployment diagrams dan digunakan untuk pengembang           (developer), pengintegrasi (integrator), dan penguji (tester).

Diagram
  Diagram berbentuk grafik yang menunjukkan simbol elemen model yang disusun untuk mengilustrasikan bagian atau aspek tertentu dari sistem.
 Sebuah diagram merupakan bagian dari suatu view tertentu dan ketika digambarkan biasanya dialokasikan untuk view tertentu. Adapun jenis diagram antara lain :

  Use Case Diagram

Menggambarkan sejumlah external actors dan hubungannya ke use case yang diberikan oleh sistem. Use case adalah deskripsi fungsi yang disediakan oleh sistem dalam bentuk teks sebagai dokumentasi dari use case symbol namun dapat juga dilakukan dalam activity diagrams.

Use case digambarkan hanya yang dilihat dari luar oleh actor (keadaan lingkungan sistem yang dilihat user) dan bukan bagaimana fungsi yang ada di dalam sistem.

  Class Diagram

Menggambarkan struktur statis class di dalam sistem. Class merepresentasikan sesuatu yang ditangani oleh sistem. Class dapat berhubungan dengan yang lain melalui berbagai cara: associated (terhubung satu sama lain), dependent (satu class tergantung/menggunakan class yang lain), specialed (satu class merupakan spesialisasi dari class lainnya), atau package (grup bersama sebagai satu unit).

 State Diagram

Menggambarkan semua state (kondisi) yang dimiliki oleh suatu object dari suatu class dan keadaan yang menyebabkan state berubah. Kejadian dapat berupa object lain yang mengirim pesan.

State class tidak digambarkan untuk semua class, hanya yang mempunyai sejumlah state yang terdefinisi dengan baik dan kondisi class berubah oleh state yang berbeda.

  Sequence Diagram

Menggambarkan kolaborasi dinamis antara sejumlah object. Kegunaanya untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antara object juga interaksi antara object, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem.

  Collaboration Diagram

Menggambarkan kolaborasi dinamis seperti sequence diagrams. Dalam menunjukkan pertukaran pesan, collaboration diagrams menggambarkan object dan hubungannya (mengacu ke konteks). Jika penekannya pada waktu atau urutan gunakan sequence diagrams, tapi jika penekanannya pada konteks gunakan collaboration diagram.

  Activity Diagram

Menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk mendeskripsikan aktifitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktifitas lainnya seperti use case atau interaksi.

  Component Diagram

Menggambarkan struktur fisik kode dari komponent. Komponent dapat berupa source code, komponent biner, atau executable component. Sebuah komponent berisi informasi tentang logic class atau class yang diimplementasikan sehingga membuat pemetaan dari logical view ke component view.

  Deployment Diagram

Menggambarkan arsitektur fisik dari perangkat keras dan perangkat lunak sistem, menunjukkan hubungan komputer dengan perangkat (nodes) satu sama lain dan jenis hubungannya. Di dalam nodesexecuteable component dan object yang dialokasikan untuk memperlihatkan unit perangkat lunak yang dieksekusi oleh node tertentu dan ketergantungan komponen. 

 Gambaran dari UML 

UML sebagai Bahasa Pemodelan
   UML merupakan bahasa pemodelan yang memiliki pembendaharaan kata dan cara untuk mempresentasikan secara fokus pada konseptual dan fisik dari suatu sistem. Contoh untuk sistem software yang intensive membutuhkan bahasa yang menunjukkan pandangan yang berbeda dari arsitektur sistem, ini sama seperti menyusun/mengembangkan software development life cycle. Dengan UML akan memberitahukan kita bagaimana untuk membuat dan membaca bentuk model yang baik, tetapi UML tidak dapat memberitahukan model apa yang akan dibangun dan kapan akan membangun model tersebut. Ini merupakan aturan dalam software development process.

UML sebagai bahasa untuk Menggambarkan Sistem (Visualizing)
  UML tidak hanya merupakan rangkaian simbol grafikal, cukup dengan tiap simbol pada notasi UML merupakan penetapan semantik yang baik. Dengan cara ini, satu pengembang dapat menulis model UML dan pengembang lain atau perangkat yang sama lainnya dapat mengartikan bahwa model tersebut tidak ambigu. Hal ini akan mengurangi error yang terjadi karena perbedaan bahasa dalam komunikasi model konseptual dengan model lainnya.
  UML menggambarkan model yang dapat dimengerti dan dipresentasikan ke dalam model tekstual bahasa pemograman. Contohnya kita dapat menduga suatu model dari sistem yang berbasis web tetapi tidak secara langsung dipegang dengan mempelajari code dari sistem. Dengan model UML maka kita dapat memodelkan suatu sistem web tersebut dan direpresentasikan ke bahasa pemrograman.
   UML merupakan suatu model eksplisit yang menggambarkan komunikasi informasi pada sistem. Sehingga kita tidak kehilangan informasi code implementasi yang hilang dikarenakan developer memotong coding dari implementasi.

UML sebagai bahasa untuk Menspesifikasikan Sistem (Specifying)
  Maksudnya membangun model yang sesuai, tidak ambigu dan lengkap. Pada faktanya UML menunjukan semua spesifikasi keputusan analisis, desain dan implementasi yang penting yang harus dibuat pada saat pengembangan dan penyebaran dari sistem software intensif.

UML sebagai bahasa untuk Membangun Sistem (Constructing)
  UML bukan bahasa pemograman visual, tetapi model UML dapat dikoneksikan secara langsung pada bahasa pemograman visual.
Maksudnya membangun model yang dapat dimapping ke bahasa pemograman seperti java, C++, VB atau tabel pada database relational atau penyimpanan tetap pada database berorientasi object.

UML sebagai bahasa untuk Pendokumentasian Sistem (Documenting)
   Maksudnya UML menunjukan dokumentasi dari arsitektur sistem dan detail dari semuanya.UML hanya memberikan bahasa untuk memperlihatkan permintaan dan untuk tes. UML menyediakan bahasa untuk memodelkan aktifitas dari perencanaan project dan manajemen pelepasan (release management).

Area Penggunaan UML
          UML digunakan paling efektif pada domain seperti :
-         Sistem Informasi Perusahaan
-         Sistem Perbankan dan Perekonomian
-         Bidang Telekomunikasi
-         Bidang Transportasi

-         Bidang Penerbangan
-         Bidang Perdagangan
-         Bidang Pelayanan Elekronik

-         Bidang Pengetahuan
-         Bidang Pelayanan Berbasis Web Terdistribusi 

Namun UML tidak terbatas untuk pemodelan software. Pada faktanya UML banyak untuk
memodelkan sistem non software seperti:

-         Aliran kerja pada sistem perundangan.

-         Struktur dan kelakuan dari Sistem Kepedulian Kesehatan Pasien
-         Desain hardware dll. 

Tujuan Penggunaan UML
 1.    Memodelkan suatu sistem (bukan hanya perangkat lunak) yang menggunakan konsep be rorientasi         object.
2.      Menciptakan suatu bahasa pemodelan yang dapat digunakan baik oleh manusia maupun mesin.